Jumat, 11 Juni 2010

FENOMENA KEISTIMEWAAN MATA ULAR

Bicara mengenai ular bisa menjadi suatu pembahasan yang panjang. Banyak sekali mitos mengenai binatang yang satu ini. Ular dikategorikan sebagai binatang tertua di muka bumi ini. Misalnya Legenda Naga sangat familiar kita kenal. Ada satu hal yang menarik perhatian saya, Konon kawanan ular mampu membalas dendam rekannya yang kita bunuh karena faktor matanya. Fenomena apakah ini?
Fenomena Keistemewaan Mata Ular ini ternyata bukan isapan jempol semata. Ada fakta yang membenarkan hal ini. Ini jelas sungguh menarik mengingat ular pada dasarnya buta. 
Umumnya jenis ular tidak dapat melihat dengan baik dan jelas objek didepannya, terkecuali untuk beberapa spesies yang telah menyesuaikan diri dengan waktu berburu di siang hari. Ular umumnya dapat melihat bentuk, tetapi tidak detail. Itulah kenapa dikatakan ular pada dasarnya buta.

Salah satu jenis ular yang mampu melihat dengan baik adalah ular yang disebut Pit Viper. Pit Viper  dapat melihat dengan baik di malam hari dengan menggunakan beberapa trik yang mengagumkan.

Lubang-lubang di setiap sisi kepala mereka dapat merasakan panas (sinar inframerah) seperti teropong malam hari. Lubang ini, membuat ular bisa menggambarkan mangsanya di otak..

Fenomena menariknya misalnya, indera ular Kobra yang cukup tajam untuk dapat mengincar mata ketika mengeluarkan ludah beracun. Ular tahu bahwa racun akan membuat buta mata manusia atau musuh lainnya..

Inilah yang menjadi rahasia Fenomena Keistimewaan Mata Ular, karena mata ular bisa menyimpan memori yang sangat kuat untuk berinteraksi dengan sesama ular lain meskipun ular itu sudah mati..

Jadi bila ada ular lain yang melihat mata ular lainnya yang sudah mati, akan tahu apa yang telah terjadi sebelumnya dan bisa tau siapa pelakunya.

Bahkan kemungkinan ular itu bisa melakukan pembalasan serupa terhadap pelakunya meski itu manusia sekalipun. Ada suatu penelitian mengatakan (maaf sumbernya lupa), Dijelaskan bahwa mata ular yang sedang dalam proses kematian (sekarat) dapat berfungsi seperti kamera polaroid. Gambar kejadian terakhir yang dilihat oleh ular tersebut tersimpan di retina mata. Ular lain yang sejenis dapat melihat gambar tersebut sehingga tahu penyebab kematian temannya. Tapi di sumber tersebut dikatakan bahwa hanya ular jenis tertentu saja yang memiliki mata polaroid tersebut. Terimakasih dan salam eksperimen.

Hal inilah yang menjadi mitos dikalangan masyarakat (terutama orang tua dulu) bila terpaksa membunuh ular setelahnya terbunuh jangan lupa untuk menghancurkan kepalanya.

Minggu, 06 Juni 2010

MUSE BAND - ALBUM 'THE RESISTANCE' 2010

Artikel kali  ini adalah Muse Band - Album 'The Resistance' 2010, berhubung lagi mood ngulas tentang musik nih. Grup musik MUSE kembali menggebrak kancah dunia musik dengan lagu-lagunya yang sering dianggap tidak lazim bagi kuping orang awam. Di album barunya ini, tiga ksatria musik Inggris ini tampil tetap dengan ciri khasnya.
Setelah album sebelumnya "Black Holes and Revelations" (2006) sangat sukses diterima oleh kalangan penikmat musik rock di seluruh dunia,kali ini MUSE yang beranggotakan Matthew Bellamy (Vocal, gitar, synthesizer, programming) , Dominic Howards (Drums, perkusi, synthesizer, programming)  dan Chris Wolstenholme (Drum, vocal) mengeluarkan album terbarunya yang berjudul "THE RESISTANCE" yang berisikan 11 lagu.

Muse tetap menyuguhkan musik yang kental dengan sound elektroniknya dan dibalut dengan sentuhan orkestra yang menjadikan lagu-lagu di album ini menjadi lebih terkesan berbeda dan enak didengar.

Uniknya di lagu "State of Eurasia" yang berdurasi 5:48 menit ini terdengar perpaduan instrumen gitar , piano dan string yang dibuat terdengar seperti lagu-lagu milik album Queen atau ada juga yang biasa menyebutnya dengan nama rockestra.

Matt Bellamy memang dikenal sebagai salah satu musisi jenius di industri musik international saat ini, sebagai otak dari MUSE ia juga melakukan arrangement orkestra sendiri selain dia juga sebagai penulis hampir semua lagu di album ini.

Lagu-lagu MUSE juga dikenal sangat imajinatif, mulai dari judul, lirik yang tidak mudah di cerna, seperti : MK Ultra, Exogenesis : Symphony part 2 (Cross Pollination) sampai design di album ini yang sangat absurd. Lirik-lirik lagu yang banyak mengambil tema peperangan, politik, sampai makhluk luar angkasa menjadikan album MUSE yang diberi tajuk ''The Resistance ini terkesan berbeda daripada album-album grup bnad lainnya yang kebanyakan bertemakan cinta.

Perpaduan harmonis antara orkestra dan musik rock dapat di dengar di 3 lagu terakhir di album ini yang berjudul Exogenesis : Symphony Part 1 - 3

Dengan diluncurkannya album ini MUSE akan menjadikan lagu lagu mereka sebagai senjata untuk perlawanan terhadap permasalahan yang sekarang sedang dihadapi oleh dunia dan album 'The Resistance' ini akan membuat anda terbuai sekaligus tercengang dengan alunan musik rock, elektronik (synthesizer) dan orkestra yang dipadukan dengan sangat apik.

sumber : vivanews

Sabtu, 05 Juni 2010

GUITAR HERO 'WARRIOR OF ROCK' BERISI 35 LAGU KEREN

Ini kabar terbaru buat para Gamer ber-genre musik. Tentunya sobat-sobat mengenal Gamer Musikal Guitar Hero kan? Game ini mantap abis bro.. Activision secara resmi mengumumkan keberadaan Guitar Hero: Warriors of Rock, kini Activision membeberkan beberapa lagu yang dapat dimainkan oleh gamer. Apa saja itu?
Guitar Hero 'Warrior Of Rock' Berisi 35 lagu keren, What?? pengen tau kan lagu apa aja tuh.

Terdapat Perbedaan yang pada
 seri Guitar Hero kali ini. Jika sebelumnya game simulasi musik tersebut menghadirkan beragam band papan atas, namun untuk versi Warriors of Rock Activision malah menghadikan karakter orisinil dari Guitar Hero. 

Meski tidak menampilkan musisi kondang, namun Warriors of Rock tetap memiliki segudang lagu menarik yang dapat dimainkan. lagu-lagu tersebut antara lain:

1.   AFI - Dancing Through Sunday
2.   Anthrax - Indians
3.   Avenged Sevenfold - Bat Country
4.   Black Sabbath - Children Of The Grave
5.   Buzzcocks - What Do I Get?
6.   Children Of Bodom - If You Want Peace...Prepare For War
7.   The Cure - Fascination Street
8.   Def Leppard - Pour Some Sugar On Me (Live)
9.   Dethklok - Bloodlines
10.  Dire Straits - Money For Nothing
11.  DragonForce - Fury of the Storm
12.  Drowning Pool - Bodies
13.  Fall Out Boy - Dance, Dance
14.  Foo Fighters - No Way Back
15.  Foreigner - Feels Like The First Time
16.  The Hives - Tick Tick Boom"
17.  Jane's Addiction - Been Caught Stealing
18.  Jethro Tull - Aqualung
19.  KISS - Love Gun
20.  Linkin Park - Bleed It Out
21.  Megadeth - Sudden Death
22.  Metallica & Ozzy Osbourne - Paranoid (Live)
23.  Muse - Uprising
24.  My Chemical Romance - I'm Not Okay (I Promise)
25.  Night Ranger -  (You Can Still) Rock In America
26.  Nine Inch Nails - Wish
27.  The Offspring - Self Esteem
28.  Queen - Bohemian Rhapsody
29.  Rammstein - Waidmanns Heil
30.  The Rolling Stones - Stray Cat Blues
31.  Silversun Pickups - There's No Secrets This Year
32.  Slayer - Chemical Warfare
33.  Slipknot - Psychosocial
34.  Stone Temple Pilots - Interstate Love Song
35.  ZZ Top - Sharp Dressed Man (Live)

Gimana keren-keren khan lagunya? Buat yang suka game sekaligus musik Rock, Game ini benar-benar mengasyikan sob..
kalo pengen tau lebih banyak tentang game ini langsung aja ke TKP dibawah ini :
Guitar Hero 'Warrior Of Rock' 
sumber : detikInet

Jumat, 04 Juni 2010

PROFIL RA KOSASIH - LEGENDA KOMIKUS WAYANG

Bagi anda yang mengalami masa-masa keemasan komik wayang di era 70-80 mungkin akan mengenal komikus ini. artikel ini berjudul Profil RA Kosasih - Legenda Komikus Wayang untuk menghormati eksistensi beliau yang mengangkat tema wayang dalam dunia komik Indonesia. Babad Cerita Wayang Mahabharata dan Ramayana dituangkan dengan apik dalam komik-komiknya.



Profil RA Kosasih
Raden Ahmad Kosasih (Bogor, Jawa Barat, 1919) adalah seorang penulis dan penggambar komik termasyhur dari Indonesia. Generasi komik masa kini menganggapnya sebagai Bapak Komik Indonesia

Karya-karyanya terutama berhubungan dengan kesusastraan Hindu (Ramayana dan Mahabharata) dan sastra tradisional Indonesia, terutama dari sastra Jawa dan Sunda. Selain itu beliau juga menggambar beberapa komik silat yang memiliki pengaruh Tionghoa, namun tidak terlalu banyak.

RA Kosasih mulai menggambar pada tahun 1953 lalu ia mulai berhenti dan pensiun pada tahun 1993. RA Kosasih memiliki keahlian mennggambar terutama menggambar sketsa-sketsa hitam-putih tanpa memakai warna.

RA Kosasih memulai kariernya pada penerbit Melodi di Bandung. Namun karya-karyanya yang terkenal diterbitkan oleh Maranatha. Akhir-akhir ini pada dasawarsa tahun 1990-an karya-karyanya diterbitkan ulang oleh Elex Media Komputindo dan penerbit Paramita di Surabaya.

Karya:
Sri Asih (1950)bisa dianggap sebagai superhero Indonesia yang pertama.
Siti Gahara
Ramayana
Mahabharata

Karya-karya RA Kosasih saat ini sudah sangat langka, khusus untuk edisi cetakan lama hanya bisa kita temukan pada kolektor komik. Sampai saat ini karyanya masih dikenang orang.. Inilah Bapak Komik Indonesia.

Rabu, 02 Juni 2010

PROFIL CHIN YUNG - PENGARANG CERSIL MANDARIN

Anda tentunya mengenal cersil mandarin SinTiaw Hiap Lu (Kisah sepasang Rajawali) Yoko bukan?, Juga cerita Golok Naga Tio Bu ki. Cersil ini merupakan karangan Chin Yung yang memiliki nama asli Cha Liang Yong atau dikenal sebagai Louis Cha di kalangan internasional, dilahirkan di Zhejian China pada tahun 1924.
Artikel ini membahas Profil Chin Yung - Pengarang Cersil Mandarin. Ketimbang menjadi diplomat selesai pelajarannya Chin Yung memilih mengejar karir di bidang jurnalistik. Bosan hanya menulis berita, Chin Yung mulai mencoba menulis resensi film, menulis skenario film, sampai pada akhirnya menulis novel. Menulis novel inilah rupanya kekuatan utama dari Chin Yung.

Novel pertama Chin Yung ditulis pada tahun 1955 dengan judul Pedang dan Kitab Suci (Shu Jian En Chou Lu). Novel ini diterbitkan secara berseri di suratkabar Xin Wan Bao, Hong Kong, dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Chin Yung kemudian mendirikan suratkabarnya sendiri, dengan nama harian Ming Pao Daily, dan menerbitkan novel-novelnya secara berkala di surat kabarnya tersebut.

Secara resmi terdapat 13 novel (12 novel panjang dan 1 novel pendek) dan 2 cerita pendek yang ditulis Chin Yung dalam selang waktu 17 tahun, dari tahun 1955 sampai 1972.

Judul buku dan dibuat ditahun

1. Pedang dan Kitab Suci Shu Jian En Chou Lu 1955
2. Pedang Ular Emas Bi Xue Jian 1956
3. Legenda Pendekar Rajawali She Diao Ying Xiong Zhuan 1957
4. Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Shen Diao Xia Lu 1959
5. Rase Terbang dari Pegunungan Salju Xue Shan Fei Hu 1959
6. Si Rase Terbang Fei Hu Wai Zhuan 1960
7. Pedang Langit dan Golok Naga Yi Tian Tu Long Ji 1961
8. Sepasang Golok Mustika Yuan Yang Dao 1961
9. Kuda Putih Menghimbau Angin Barat Bai Ma Xiao Xi Feng 1961
10. Pedang Hati Suci Lian Cheng Que 1963
11. Pendekar-Pendekar dari Negeri Tayli Tian Long Ba Bu 1963
12. Medali Wasiat Xia Ke Xing 1965
13. Hina Kelana Xiao Ao Jiang Hu 1967
14. Kaki Tiga Menjangan Lu Ding Ji 1969
15. Pedang Puteri Yue Yue Nu Jian 1970 

Tahun 1972 Chin Yung menyelesaikan penulisan novelnya yang terakhir, Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji), yang telah dimulainya sejak 1969 dan berikrar untuk tidak menulis novel lagi. Sampai hari ini ikrarnya masih tetap dipegang, namun nama besarnya terus hidup lewat karya-karyanya.

Selasa, 01 Juni 2010

NOSTALGIA SEPATU RODA DAN SEJARAHNYA

Pada Era 80-90 saya masih ingat dengan kenangan sebuah permainan yang mengasyikan. Yaitu permainan sepatu roda. Saking terkenalnya permainan sepatu roda ini sampai menjadi trend remaja pada saat itu. Bahkan cerpen dan novel pun mengetengahkan ikon sepatu roda, misalnya saja Novel 'Olga dan Sepatu roda'.
Pada artikel ini saya ingin mengenang kembali Nostalgia Sepatu roda dan sejarahnya. Dimana benda ini mempunyai kenangan tersendiri bagi mereka yang pernah mengalaminya.

Sejarah Sepatu Roda
Negeri Belanda adalah asal Olahraga Sepatu roda. diciptakan sekitar abad ke 17 oleh seorang penggemar ice skating. Dia ingin mengubah permainan ice skating menjadi permainan yang dapat bergerak di atas tanah atau jalan keras.
Seorang teknisi Belgia dan pembuat alat-alat musik, Joseph Marlin pada tahun 1963  mencoba berlari dengan peralatan ice skating yang dilengkapi dengan roda kecil dari besi, tapi tidak bias berkembang pada waktu itu karena ada larangan pemerintah Belanda bermain sepatu roda di jalan raya. Tahun 1863 sorang bernama James Leonard Plimton’s pencipta “rocking Skate yang kemudian ia patenkan menjadi sangat popular, ia kemudian dijuluki “Bapak Pencipta Sepatu Roda”.

Olahraga itu kemudian popular di Amerika, Inggris dan Austria. Tahun 1876 terbentuk organisasi sepatu roda di Inggris yang bernama NSA (The National Skating Association). Tahun 1924 berdiri organisasi sepatu roda Internasional dengan nama Federasi Internationale de Roller Skating (FIRS). Sekarang sudah menyebar di 5 benua dengan 42 anggota federasi nasional.

Di Indonesia sepatu roda mulai masuk ketika masa penjajahan Belanda, kemudian diikuti oleh anak-anak orang Indonesia yang kebetulan orang tuanya bekerja pada Belanda. Tahun 1978 muncul perkumpulan sepatu roda yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada), dan pada tanggal 7 Oktober 1979 terbentuk Pengda Perserosi DKI Jakarta. Pada tanggal 24 – 26 April 1981 dilaksanakan Munas Perserosi I, diikuti oleh 10 utusan Pengda Perserosi. Dan dalam Munas Perserosi I resmi terbentuk PB. Perserosi dengan 14 anggota Pengda yaitu Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jabar, Jateng, Jatim, Kaltim, Sulsel, Sulut, Sulteng, Riau, Bengkulu, dan DKI Jakarta. Selanjutnya Olahraga ini terus berkembang sampai dengan sekarang. (sumber: KONI).

Nostalgia Sepatu Roda
Sepatu roda bertipe klasik (roda empat dan bertali), di era 80-90 begitu digemari. Anak-anak berkumpul di halaman mesjid ataupun pelataran sekolah. Beberapa anak berlomba bermain sepatu roda satu putaran. Pemain yang kalah diganti dan begitu seterusnya. 
Pada Era 90 tipe klasik ini berubah dengan model 2 roda. Tapi tidak terlalu mengalami masa keemasan seperti sepatu roda beroda empat di era 80an. Oya pada masa itu juga olahraga skate board mulai digemari juga di tanah air.

PROFIL BASTIAN TITO DAN WIRO SABLENG PENDEKAR 212

Pada waktu saya SMP, menjelang tahun 90an saya mengenal Cersil ini. Wiro Sableng Kapak Maut Naga Geni 212 (keren abiz bro). Sebagai Nostalgia saya terhadap Cersil yang sangat dahsyat ini (dijamannya) saya akan mengulas mulai dari sang pengarang. Profil Bastian Tito dan Wiro Sableng Pendekar 212 memang tidak bisa dipisahkan. Satu hal lagi yang menarik, bahasanya begitu vulgar dan mengundang..hehe. lanjuutt!!



Profil Bastian Tito
Seorang penulis cerita silat asal Indonesia. Karyanya yang paling terkenal adalah Wiro Sableng. Ia mulai tekun menulis sejak duduk di bangku SD kelas 3. Karyanya mulai diterbitkan sejak tahun 1964 dan Wiro Sableng sendiri, yang ditulisnya berdasarkan rekaan ditambah bacaan buku sejarah Tanah Jawa mulai terbit pada tahun 1967. Selain Wiro Sableng, karya lainnya yang ia tulis antara lain adalah Boma si Pendekar Cilik dan fiksi bernuansa Minang berjudul Kupu-kupu Giok Ngarai Sianok. Bastian meninggalkan lima orang anak, yang salah satunya adalah Vino Bastian, seorang aktor film.

Cersil Wiro Sableng Pendekar 212
Wiro Sableng atau Pendekar 212, adalah nama tokoh fiksi dalam seri buku yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang tekenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng. Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

Senjata-Senjata Sakti Wiro Sableng
Kapak Maut Naga Geni 212
Senjata utama Wiro Sableng. Sebuah kapak besar bermata dua, dengan gagang berupa seruling dan ujung gagang berbentuk kepala naga. Di masing-masing mata kapak terukir angka 212. Di seri pertama Wiro Sableng : "Empat Berewok dari Goa Sanggreng", dikatakan bahwa kapak ini terbuat dari logam dan gading. Mulut ukiran naga dapat menembakkan jarum-jarum beracun, dengan jalan menekan tombol rahasia pada kapak. "Seruling" di gagang kapak dapat ditiup dan mengeluarkan suara yang sangat dahsyat. Beberapa musuh WIro Sableng yang tidak dapat dibunuh dengan kesaktiannya yang lain, dapat dikalahkan atau dibunuh dengan bunyi seruling ini, misalnya : Dewi Siluman dari Bukit Tunggul pada episode Dewi Siluman dari Bukit Tunggul, atau nenek Arashi pada episode Pendekar Gunung Fuji. Kapak ini baru dapat digunakan dengan mengerahkan tenaga dalam. Tebasannya terlihat seperti sinar putih dan mengeluarkan bunyi seperti dengungan ratusan tawon. Kapak ini juga mengandung racun mematikan. Pada episode Tiga Setan Darah dan Cambuk Api Angin, di akhir episode, pemegang Cambuk Api Angin terbunuh oleh racun ini, setelah tangannya putus ditebas Kapak Maut Naga Geni 212.

Batu Hitam 212
Batu hitam (batu bara?) seukuran telapak tangan orang dewasa, berukir angka 212. Jika batu hitam ini diadu dengan mata Kapak Maut Naga Geni 212, dapat memercikkan semburan api besar yang sangat panas.

Bintang 212
Senjata rahasia berbentuk bintang dengan ukiran angka 212, digunakan dengan cara dilemparkan, seperti senjata "shuriken" milik ninja. Bintang 212 digunakan dalam episode Keris Tumbal Wilayuda dan Rahasia Lukisan Telanjang.

Kesaktian-Kesaktian Wiro Sableng
Pukulan Harimau Dewa
Diwariskan oleh Datuk Rao Basaluang Ameh, mahluk setengah roh setengah manusia dari kepulauan Andalas. Di awali dengan tiupan di tangan sebelah kanan yang memunculkan gambar kepala harimau putih (Datuk Rao Bamato Hijau), pukulan ini sanggup menghancurkan apa saja tanpa perlu mengeluarkan tenaga dalam. Hanya beberapa musuh utama Wiro Sableng yang dapat mematahkan / mengimbangi pukulan Harimau Dewa ini, seperti Datuk Lembah Akhirat, yang mempunyai tenaga dalam setingkat para Dewa (yang didapat dari menghisap tenaga dalam para pendekar yang lain).

Pukulan Sinar Matahari
Diajarkan Sinto Gendeng alias Sinto Weni. Berupa sinar menyilaukan berwarna putih keperakan yang sangat panas. Diawali dari sinar putih keperakan memancar dari tangan, kemudian tangan digerakkan dengan gerakan memukul, dan sinar putih perak itu ditembakkan kepada lawan (energy blast/energy shot). Kekuatan pukulan ini adalah suhu yang sangat tinggi, dan dalam episode Halilintar Di Singosari, pukulan Sinar Matahari disebutkan dapat melumerkan borgol besi.

Pukulan Angin Es
Diajarkan Sinto Gendeng. Berupa suhu yang sangat dingin. Mampu membuat lawan tak dapat bergerak karena sangat kedinginan. Gerakannya berupa mengangkat kedua tangan lalu telapak tangan dikembangkan dan diputar perlahan-lahan, kemudian suhu udara di sekitar lokasi mulai dingin dan dapat membuat lawan yang dituju menjadi kaku seperti salju. Ilmu kesaktian ini biasa digunakan Wiro sewaktu menghadapi musuh yang mempunyai kesaktian berintikan api atau panas. Mayat Hidup dari Gunung Klabat dikalahkan Wiro dengan pukulan ini.

Pukulan Angin Puyuh
Diajarkan Sinto Gendeng. Berupa hempasan angin yang sangat deras.

Pukulan Dewa topan menggusur gunung
Diajarkan Tua Gila. Berupa hempasan angin yang sangat deras.

Pukulan Benteng Topan melanda samudera
Berupa hempasan angin yang sangat deras.

Pukulan Kunyuk melempar buah
Berupa hempasan angin yang deras dan berat, seperti sebongkah batu besar yang dilemparkan.

Ilmu silat Orang Gila
Diajarkan Tua Gila, paman guru (kakak seperguruan eyang sinto gendeng) Wiro di Pulau Andalas (sekarang Pulau Sumatera). Berupa gerakan-gerakan silat (martial arts) yang terlihat ngawur dan mirip gerakan orang gila, namun sangat berbahaya.

Pukulan Dinding Angin Berhembus Tindih-Menindih
Diajarkan Sinto Gendeng, berupa angin dahsyat yang berhembus menyebar dan menggempur susul menyusul hanya dengan sekali pukul. Keistimewaan pukulan ini adalah fungsinya yang bersifat 3 dalam 1; dapat digunakan menyerang, bertahan, sekaligus mengembalikan serangan lawan ke pemiliknya.

Ilmu Pedang Pendekar Pedang Akhirat
Diajarkan dedengkot rimba kangouw Tiongkok , Pendekar Pedang Akhirat (Long Sam Kun), berupa tiga jurus ilmu pedang tingkat tinggi yang masing-masing bernama Cip-hian Jay-bong (Tiba-tiba Muncul Pelangi), Lo-han Ciang-yau (Malaikat Menundukkan Siluman) dan Kui-gok Sin-ki (Iblis Meratap Malaikat Menangis).

Sejujurnya saya tidak membaca seluruh episode Wiro Sableng ini, karena saking banyaknya. Dikarenakan ceritanya yang terus berkembang ke berbagai dimensi.
Referensi dari artikel Profil Bastian Tito dan Wiro Sableng Pendekar 212, sebagian berasal dari wikipedia.

Mau baca Cersil Wiro Sableng? Silahkan mampir ke :
kumpulan cersil Wiro Sableng