Sabtu, 06 Maret 2010

KHO PING HOO - LEGENDA CERSIL INDONESIA

Kho Ping Hoo (1926-1994)
Dia legenda pengarang cerita silat. Kho Ping Hoo, lelaki peranakan Cina kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926, yang kendati tak bisa membaca aksara Cina tapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa. Selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar 400 judul serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa.
Selama 30 tahun ia telah menulis sedikitnya 120 judul cerita. Meski menulis cerita-cerita silat Tiongkok, penulis yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong Kong dan Taiwan. Kontribusinya bagi sastra Indonesia khususnya Melayu Tionghoa tidak dapat diabaikan.  

Dikarenakan Kho Ping Hoo tidak bisa berbahasa Mandarin, ia tidak memiliki akses ke sumber-sumber sejarah negeri Tiongkok berbahasa China, sehingga banyak fakta historis dan geografis Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Selain karya-karya yang termuat dibawah ini, masih terdapat banyak karya-karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo yang merupakan karangan lepas (satu judul/kisah tamat) baik berlatar belakang Tionghoa maupun Jawa. Bahkan terdapat serial Pecut Sakti Bajrakirana dan serial Badai Laut Selatan yang berlatarbelakang masa Kesultanan Mataram Islam dan zaman Airlangga.
Beberapa sinetron yang ditayangkan televisi Indonesia juga memiliki kesamaan cerita dengan novel Kho Ping Hoo. Beberapa di antaranya adalah sinetron serial Anglingdarma yang mirip dengan isi cerita Bu Kek Siansu dan sinetron serial Misteri Gunung Merapi yang mirip dengan Alap-alap Laut Kidul (Lindu Aji), dan Bagus Sajiwo. Padahal dalam cerita asalnya, Misteri Gunung Merapi lebih bernuansa daerah Sumatra dengan gunung Sorik Marapi-nya. Tidak tahu apakah ini merupakan kebetulan yang sangat kebetulan sekali ataukah terdapat kenyataan yang lain.
Daftar karya :


Serial Bu Kek Sian Su (Manusia Setengah Dewa)

1.      Bu Kek Sian Su
2.      Suling Emas
3.      Cinta Bernoda Darah
4.      Mutiara Hitam
5.      Istana Pulau Es
6.      Kisah Pendekar Bongkok
7.      Pendekar Super Sakti
8.      Sepasang Pedang Iblis
9.      Kisah Sepasang Rajawali
10.  Jodoh Rajawali
11.  Suling Emas dan Naga Siluman
12.  Kisah Para Pendekar Pulau Es
14.  Kisah si Bangau Putih
15.  Kisah si Bangau Merah
16.  Si Tangan Sakti
17.  Pusaka Pulau Es

Serial Pedang Kayu Harum

1.      Pedang Kayu Harum
2.      Petualang Asmara
3.      Dewi Maut
4.      Pendekar Lembah Naga
5.     Pendekar Sadis
6.      Harta Karun Jenghis Khan
7.      Siluman Gua Tengkorak
8.      Asmara Berdarah
10.  Ang Hong Cu
11.  Jodoh Si Mata Keranjang
12.  Pendekar Kelana

Serial Pendekar Sakti

1.      Pendekar Sakti (Bu Pun Su)
2.      Ang I Niocu
3.      Pendekar Bodoh
4.      Pendekar Remaja

Serial Dewi Sungai Kuning

1.      Dewi Sungai Kuning
2.      Kemelut Kerajaan Mancu

Serial Gelang Kemala

1.      Gelang Kemala
2.      Dewi Ular
3.      Rajawali Hitam

Serial Pedang Naga Kemala

1.      Pedang Naga Kemala
2.      Pemberontakan Taipeng
Dalam Pedang Naga Kemala (Giok Liong Kiam) dijumpai bahwa Ilmu-Ilmu yang dikuasai oleh salah seorang tokohnya adalah bersumber dari ilmu-ilmu yang berasal dari Pulau Es, seperti juga yang terdapat dalam serial Pulau Es Bu Kek Siansu.
Serial Iblis Dan Bidadari
1.      Iblis Dan Bidadari
2.      Lembah Selaksa Bunga

Serial Si Pedang Tumpul

1.      Si Pedang Tumpul
2.      Asmara Si Pedang Tumpul

Serial Sepasang Naga Penakluk Iblis

2.      Bayangan Iblis
3.      Dendam Sembilan Iblis Tua

Serial Sepasang Naga Lembah Iblis

2.      Pedang Naga Hitam

Serial Raja Pedang

1.      Raja Pedang
2.      Rajawali Emas
3.      Pendekar Buta
4.      Jaka Lola
Di dalam cerita Raja Pedang sampai Jaka Lola, dijumpai bahwa ilmu kepandaian yang dikuasai oleh Tan Beng San, Kwa Kun Hong, dan juga Yo Wan ternyata bersumber dari ilmu yang diturunkan oleh Pendekar Sakti Bu Pun Su Lu Kwan Cu. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa Serial Raja Pedang adalah terusan dari serial Pendekar Sakti Bu Pun Su Lu Kwan Cu.
Serial Pendekar Tanpa Bayangan (Bu Eng Cu)
2.      Harta Karun Kerajaan Sung

Serial Pendekar Budiman (Hwa I Enghiong)

2.      Pedang Penakluk Iblis
3.      Tangan Geledek (Pek Lui Eng)

Judul Lepas

2.      Sendhyakala Ning Majapahit
3.      Tiga Dara Pendekar Siauw Lim

Cerita Asmaraman Kho ping hoo asli dan khas. Dia pengarang yang memiliki ide-ide besar, yang tertuang dalam napas ceritanya yang panjang. Sepertinya dia tak pernah kehabisan bahan.Bahkan setelah dia meninggal dunia akibat serangan jantung pada 22 Juli 1994 dan dimakamkan di Solo, namanya tetap melegenda. Karya-karyanya masih dinikmati oleh banyak kalangan penggemarnya. Bahkan tak jarang penggemarnya tak bosan membaca ulang karya-karyanya.

(Sumber : bacakomik68.blogspot.com dan wikipedia.org)

bila artikel ini menurut anda menarik dan anda ingin dikirim setiap artikel terbaru secara gratis dan otomatis, silahkan tulis email anda dibawah ini 
silahkan ketik email anda disini:

Jumat, 05 Maret 2010

N-250 PESAWAT PERTAMA BUATAN INDONESIA

Nostalgia dikit yuk ke jaman Indonesia pertama kali bikin pesawat. Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca). 
Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.
Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannyaFokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996.


Performa Pesawat

Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaanAllison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km. (Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa).

Berat dan Dimensi

§         Rentang Sayap : 28 meter
§         Panjang badan pesawat : 26,30 meter
§         Tinggi : 8,37 meter
§         Berat kosong : 13.665 kg
§         Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg
(Meski mesin N 250 diturunkan kemampuannya, dimensi tidak akan diubah)

Sejarah

Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Aerospace) padaParis Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun1992. Pesawat pertama (PA 1, 50 penumpang) terbang selama 55 menit pada tanggal10 Agustus 1995. Sedangkan PA2 (N250-100,68 penumpang) sedang dalam proses pembuatan.
Saingan pesawat ini adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.

Jadi inget lagunya memes ..Pesawatku terbang ke bulan.. hehe. Salam Memorabilia!
(sumber : berbagai referensi url highlight & kirsman blog KIR)

bila artikel ini menurut anda menarik dan anda ingin dikirim setiap artikel terbaru secara gratis dan otomatis, silahkan tulis email anda dibawah ini 
silahkan ketik email anda disini:

Kamis, 04 Maret 2010

Nostalgia Film Indonesia Era 80 dan 90

Bagi anda yang lahir era 80 & 90 mungkin ga terlalu hafal tipikal Film Indonesia Jaman dulu, kalaupun nonton mungkin dapetnya di layar tancep di daerah atawa di arsip Google khususnya di Youtube. Beberapa kali sih ada juga tuh penampakan film-film jadul ini di tipi (emang setan pake penampakan segala..hehe). Buat sekedar nostalgia jaman dulu dibawah ni hal-hal klise yang sering nongol. Memorabilia Film Indonesia dech..
  1. Ada adegan makan bersama keluarga, dan biasanya minumannya selalu jus jeruk, bukan air teh.
  2. Tema cerita: Cinta yang tidak disetujui orang tua, Biasanya yang ceweknya udah dijodohin sama calon direktur, lulusan sekolah luar negeri. (Di jaman itu, calon direkturnya masih pada bujangan! hehe).
  3. Tokoh Ayah selalu berbaju safari. Biasanya warnanya coklat muda, dengan bolpen di kantongnya, membawa koper, dan biasanya ke kantor.
  4. Polisi yang selalu datang terlambat, dengan kalimat yang kaku dan khas: "Ini memang buronan yang sedang kami cari,Pak!".
  5. Adegan pub/bar/nightclub. Scene ini biasanya lampu remang-remang warna kemerahan, diiringi musik-musik kaya' ABBA, Beegees, Kool and The Gang. Lalu minuman diberi obat perangsang.
  6. Masuk Rumah Sakit. Biasanya karena penyakit yang baru disadari sudah stadium 2 atau 3, karena mengidap kanker, leukimia, atau jantungnya kambuh.
  7. Sangat jarang penyakitnya bengek, korengan, atau diare.
  8. Dokternya biasanya berkumis, badan agak gemuk, kacamata baca model Malcolm X, stetoskop menggantung di leher, dan biasanya ngomong: "Bapak dan Ibu tidak usah khawatir, kami akan berusaha semampu kami." Garing..wkwkwk
  9. Adegan lari-larian di taman atau di pinggir laut.Sambil ketawa-ketawa kecil "hahaha..hahaha.." trus yang cewek menjatuhkan diri. Maksudnya romantis, tapi kok malah jadi lucu. Trus saat adegan ciuman, diganti dengan deburan ombak atau bunga mawar.
  10. Mau diperkosa trus nggak jadi. Karena jagoannya datang (entah dari mana) tiba-tiba berantem aja sama yang mau memperkosa.
  11. Kyai / Orang sakti/ Pemuda yang alim. Biasanya untuk ngusir setan kaya kuntilanak, arwah penasaran dan lain-lain.
  12. Banyak ditemui di film-film horor Indonesia dan biasanya selalu menang.
  13. Di setiap ending film pasti disertai dengan tulisan: SEKIAN, TAMAT,SELESAI, dll dengan warna-warna yang cerah.
  14. Biasanya peran antagonisnya selalu nggak bisa berantem. Tapi selalu dikelilingi centeng-centengnya.
  15. Hantu2 dan penjahat sepertinya jadi tokoh yang paling bahagia dan riang gembira, soalnya ketawa terus. Penjahat jaman dulu.. dia ketawa di 80% film, sementara si jagoan cuma di 20% sisanya.
  16. Kalau kuliah naik motor and rambut gondrong berkibar-kibar ditiup angin : nggak pakai helm!
  17. Tokoh Cewe kalau dijemput cowoknya naik mobil, pintunya dibukain.
  18. Adegan buang puntung rokok terus di matiin pake kaki, mungkin biar sepatu boot/kulitnya keliatan.
  19. Kalau perpisahan bikin acara disco sendiri di rumah.
  20. Terjadinya "Make Love" gak sengaja, gara2 kehujanan atau pada saat hujan.
  21. Kalo mau ketemu cewek si cowok sisiran dulu.rambut gondrong diminyakin dan sisirnya ditarok di saku belakang. dan sisirnya nongol sedikit..!!! jadoel cooyy.
  22. Nama peran utamanya kalo cowok selalu JOHAN, HENDRA, ANTON.
  23. Cowoknya suka pake celana putih cutbray.
  24. Cewenya kalo abis dimarahin ama bokapnya biasanya langsung lari ke kamar trus nangis di ranjang (biasanya lantas dielus-elus sama oma atau mamanya).
  25. Kalo pemeran utama cowo, ceritanya udah jadi "tua", tinggal tambahin kumis doang.
  26. Di awal film, jagoannya sengsara, tapi di akhir film, penjahatnya mendadak jadi bego, sial, dan kalah melulu.Kehebatan yang ada di awal film seperti hilang ditelan angin. Makanya, kalau nonton film buatan jaman dulu, kalau penjahatnya sudah mulai kalah, berarti filmnya sebentar lagi bubar.
  27. Kalau miskin, seringnya digambarkan sebagai orang yang sholeh, rajin berdoa.
  28. Kalau kaya, digambarkan duduk-duduk di kursi goyang, baca koran, dan ngerokok cerutu!
  29. Ada tukang kebun yang nyiram air pake selang! (apa enggak ada kerjaan lain??)
  30. Motornya selalu model trail berasap putih dgn suara cempreng....nggenggggggg
  31. Kalo bedil polisi meletus bunyinya....to-ceauw...to-ceauw.... bukan dor! dor! Hahaha..
  32. Kalo di Jakarta ..settingnya pasti mobil2 lonjong ngiterin bunderan HI.
  33. Kalo lagi adegan di kantor polisi, kaptennya selalu manggil "sersan!!..." trus sersannya njawab : "siap, kapten!...laksanakan..."
  34. Kalo film lawak... pemeran cowok yang jelek jodohnya ama pemeran cewek yang cakep
  35. Kalo film SMA... ada adegan wisata, pake bis bareng.. konyolnya, main gitar di bis (cowok yang main gitar dikerubutin cewek), biasanya lagunya disini senang-disana senang.
  36. Kalo kemah ada adegan ngangguin orang tidur...
  37. Kalo film mahasiswa, ada adegan Posma, si cewek pingsan ditolong oleh sang senior, terus...jadian deh.
Dijamannya, momen-momen diatas udah kaya pakem brur.. ga gitu ya ga rame. kalo sekarang kan kudu selalu beda biar makin asyik tuh pilem. hehe.. namanya juga Nostalgia Jaman Dulu. kalo pengen gabung ke forum ngobrol ngalor ngidul ini di di indonesiaindonesia.com dah. Selamat menikmati Memorabilia. Buat yang baca silahkan kasi komentar atau mo nambahin?.. salamm..  :)

Selasa, 02 Maret 2010

Kang Ibing dan De Kabayan - Grup Lawak Era 80

De Kabayan adalah salah satu kelompok asal kota kembang yang terdiri atas 5 orang personil. Anggotanya sudah disebutkan di atas dan masing-masing memiliki ciri khas sendiri dari berbagai etnis. Kang Maman alias kang Ibing mewakili urang Sunda bersosok lugu, saking lugunya mampu membuat mangkel lawan bicara. Aom Kusman adalah sosok "playmaker", pengatur yang handal alur pembicaraan, Suryana Fatah alias Koh Holiang adalah sosok etnis Tionghoa yang tak mau kalah, Wawa Sofyan alias mas Sastro menjadi kaum abangan Jawa yang sedikit pongah, terakhir ada Ujang lagi-lagi orang Sunda yang sekadar pelengkap dan pemberi umpan lucu.

"Grup lawak De Kabayan/ dengan bangga mempersembahkan produksi perdananya:/ "Kang Maman Mencari Gadis Jujur".../...para pelaku/ Charles Bronso sebagai Kang Ibing / Alain Delon sebagai Aom Kusman/ David Chiang sebagai Suryana Fatah/ Fernando Sancho sebagai Wawa Sofyan/ dan Roger Moore sebagai Ujang..."

Demikian introduksi dari kelompok De Kabayan dalam rekaman lawakannya yang dirilis pada tahun 1982 dan bertajuk "Kang Maman Mencari Gadis Jujur" . Di era 80-an kaset lawak memang bukan barang yang langka. Selain TVRI dan berbagai pentas, eksistensi kelompok lawak banyak ditopang oleh penjualan kaset rekaman berupa lawakan dan lagu-lagu mereka. Selain De Kabayan ada Surya Grup, Warung Kopi (Warkop) Prambors, Jayakarta Grup, Pancaran Sinar Petromaks, hingga Sersan Prambors.

De Kabayan adalah salah satu kelompok asal kota kembang yang terdiri atas 5 orang personil. Anggotanya sudah disebutkan di atas dan masing-masing memiliki ciri khas sendiri dari berbagai etnis. Kang Maman alias kang Ibing mewakili urang Sunda bersosok lugu, saking lugunya mampu membuat mangkel lawan bicara. Aom Kusman adalah sosok "playmaker", pengatur yang handal alur pembicaraan, Suryana Fatah alias Koh Holiang adalah sosok etnis Tionghoa yang tak mau kalah, Wawa Sofyan alias mas Sastro menjadi kaum abangan Jawa yang sedikit pongah, terakhir ada Ujang lagi-lagi orang Sunda yang sekadar pelengkap dan pemberi umpan lucu.

Tersebutlah seorang tukang becak (Aom Kusman) yang bertemu pemuda lugu bernama Kang Maman. Pemuda ini ditinggal kekasihnya Eti lantaran merasa dibohongi. Dengan segala upaya kang Maman mencari Eti dibantu tulang becak. Jalan satu-satunya terpaksa pergi ke mang Ujang, dukun yang sempat bercita-cita mau jadi peragawati namun punya pasien aneh-aneh macam Koh Holiang, pemilik monyet yang ingin dikawinkan dan mas Sastro, pemilik perkutut yang mandul. 

Pakem lawakan dalam kaset ini didahului dengan monolog. Di side A, Aom Kusman menerangkan siapa dirinya. Barulah satu-persatu pemain lain masuk. Keluguan kang Maman menjadi tambang emas yang hingga kini masih belum tergantikan. Dari suaranya tampak betul jika dibarengi dengan ekspresi muka yang datar, lempang tanpa merasa bersalah. Namanya juga orang desa yang lugu. Koh Holiang juga termasuk deretan pemain yang kuat karakternya. Sosok kepala batunya cukup terkenal dan juga bikin kesal. Tarik uratnya saat menawar harga becak cukup membuat tawa segar terburai. Logat pelonya yang khas spesifik sebagai Cina Sunda yang kental dengan akhiran atuh. 

Musik pendukungnya sendiri malah berbau western a la film koboi hingga tak terasa aroma mereka sebagai warga Bandung. Padahal warga di sana agaknya tak asing dengan sosok kelima pria ini. Dentingan piano yang sempat terdengar diambil dari soundtrack "The Big Valley". Ketika itu hak cipta bukan hal yang utama jadi bebas saja comot ini comot itu. Inilah Grup Lawak Jawa Barat yang Go nasional. Hidup Kang Ibing!!..hehe

Sumber: http://sossisag.multiply.com/reviews/item/11

Senin, 01 Maret 2010

Google Pembuka Era Internet Global

Jika Anda sehari-hari terbiasa menggunakan internet, pasti sudah tidak asing dengan Google (www.google.com). Situs pencari informasi ini memang enak digunakan karena relatif cepat dan hasil pencariannya juga tidak terlalu meleset. Tak heran kalau kemudian semakin banyak situs yang berupaya mengikuti jejak kesuksesan Google.
Bukti kejayaan Google ini terbukti dari data keuangannya. Seperti dikutip situs New York Times Online, pengelola Google menyebut pihaknya sudah menikmati keuntungan selama sembilan kuartal berturut-turut. Ungkapan para eksekutifnya kepada dewan direksi Google adalah keuntungan akan naik dari sekitar US$300 juta di tahun 2002 menjadi US$ 750 juta atau lebih di tahun ini.
Keuntungan ini didapat dari para pengiklan yang rela membayar antara 21 sen hingga US$1,5 setiap kali iklannya diklik para pencari informasi di Google. Google memang menawarkan perusahaan untuk membeli dua baris teks yang muncul di atas tiap hasil pencarian. Model iklan yang lebih baru lagi adalah iklan dalam kotak dan ditempatkan di sisi kanan hasil pencarian.
Jika kembali ke awal pembentukannya, ide Google sebenarnya sederhana. Mereka membuat sebuah perangkat lunak yang memungkinkan pencarian halaman di internet sesuai dengan apa yang dimaui pengakses web.

Ide yang diberi nama link analysis tersebut juga bukan barang baru, tetapi para pendiri Google di tahun 1996, yaitu Sergey Brin dan Larry Page dari Universitas Stanford (AS) mengaplikasikannya secara global. Mereka berusaha menghubungkan semua halaman web yang ada. Dan dua tahun kemudian, Google sudah mulai bisa diakses publik.
Tentu saja Google juga memerlukan sumber daya manusia dan perangkat teknis yang besar. Sekarang mereka memiliki 800 karyawan untuk menangani 200 juta pencarian di web tiap harinya. Agar tidak kewalahan, Google malah sudah membangun sebuah komputer super yang tersebar dalam delapan pusat data.

Biasanya komputer super semacam ini digunakan laboratorium pemerintah untuk tugas berat seperti prediksi pola cuaca yang kompleks atau simulasi ledakan nuklir, sedangkan di Google, sistemnya dimanfaatkan untuk menjawab ratusan ribu pertanyaan secara bersamaan, dalam waktu kurang dari setengah detik.
Pengelola Google juga sudah tidak lagi memberikan data pertambahan sumber daya komputernya sejak 2001. Tapi beberapa pihak yang tahu banyak tentang sistem Google menyebut komputer super Google terdiri dari lebih 54 ribu server. Lalu di dalamnya terdapat sekitar 100 ribu prosesor dan 261 ribu disket. Jadi, bisa dibilang teknologi Google ini juga merupakan sistem komputasi terbesar di dunia.
Fungsi komputer tersebut adalah menjalankan serangkaian program aplikasi yang jenisnya sangat dirahasiakan. Aplikasi inilah yang merespons tiap pertanyaan yang masuk ke situs Google, sekaligus juga menayangkan iklan yang berhubungan dengan pencarian.
Dari sisi bisnis, langkah Google mirip dengan apa yang dilakukan nama-nama besar di Silicon Valley tempo dulu. Intinya mereka membangun dahulu basis teknologi yang kuat untuk bisnisnya sebelum kemudian menjual saham ke publik.

Sebut saja misalnya Intel di era 1970-an, Apple Computer dan Sun Microsystems di tahun 1980-an, ataupun Oracle dan Cisco Systems di tahun 1990-an. Mereka merebut pasar karena menawarkan paket teknologi menarik dan selalu meraup keuntungan.
Memang formula ini sempat ditinggalkan di pertengahan 1990-an, di saat menjamurnya bisnis dot-com yang berlomba-lomba menjual saham sebelum keuntungan masuk ke kantong mereka. Namun hasilnya, kebanyakan dot-com tadi kini sudah hancur bisnisnya. Google tidak bangkrut karena diisi para ilmuwan yang tahu teknis sekaligus bisnis.

Penantang mulai bermunculan
Kesuksesan Google ini secara tak langsung juga sudah mengangkat posisi situs webnya dalam berhadapan dengan portal lain yang menawarkan banyak layanan online dan konten digital. Portal biasanya berusaha mengikat pengunjung, sedangkan Google malah membiarkan pengaksesnya berpindah-pindah secara bebas. Google juga memicu situs penilai ranking bermunculan, seperti Alexa dan Google Pagerank, google juga menjadi sumber inspirasi bagi jejaring sosial seperti facebook dan twitter.
Yahoo sebagai portal paling populer mulai berusaha merebut pasar Google. Yahoo, misalnya, mengeluarkan bond US$750 juta bulan ini. Para analis memperkirakan Yahoo akan membeli saham di perusahaan saingan Google, Overture Services. Microsoft juga mulai memerhatikan Google, buktinya mereka giat membenahi kekuatan situs pencari MSN.
Menurut Microsoft yang juga menggunakan Overture untuk penanganan iklan pencariannya, kenaikan iklan di situs pencari cukuplah besar. Mulai dari perkiraan US$400 juta di tahun 2000 hingga US$1 miliar di tahun 2002.

Jika Microsoft sudah mulai ikut bersaing, wajar jika Google lalu berhati-hati. Mereka tidak mau bernasib sama seperti Netscape. Setelah mengalami kesuksesan saham perdana di tahun 1995, Netscape akhirnya kalah bersaing dengan Microsoft. Kini Netscape tinggal menjadi satu unit saja dalam lingkungan AOL.
Masih belum jelas apakah Microsoft akan coba memasukkan layanan pencarian komersial ke dalam sistem operasi Windows. Netscape sendiri terpuruk setelah jurus ini dipakai Microsoft semasa persaingan browser internet di era 1990-an.
Google juga mendapat saingan dari perusahaan lain yang mencoba mengimitasi sistemnya. Yahoo dan mesin pencari Ask Jeeves, misalnya, meniru kesederhanaan tampilan halaman Google, sedangkan perusahaan lain mencoba menawarkan tampilan informasi yang unik. Contohnya Vivisimo yang membagi pencarian ke sejumlah kategori. Lalu perusahaan kecil seperti Groxis dan Kartoo mengorganisasi informasi secara visual.

Google sendiri rupanya tidak mau bersaing langsung. Mereka malah berharap dengan membantu saingan mereka mendapat penghasilan iklan dan pengunjung lebih banyak, bisnisnya tidak lagi diganggu-ganggu. Menurut para pengelolanya, Google juga bisa bertahan jika terus terfokus pada pencarian web dan banyak berinvestasi di aplikasi dan perangkat keras terbaru.
Akan tetapi, karena kualitas pencarian memang sulit diukur kualitasnya, Google sadar jika bisnisnya terus dibayang-bayangi kompetitor baru ataupun dari saingan yang sudah ada sekarang.
Sebagai solusinya, Google diam-diam mengandalkan pada teknologi intelegensi buatan. Mereka berusaha memperbaiki kualitas pencariannya, melebihi formula pengurutan originalnya, dengan mengembangkan perangkat lunak yang mampu menebak keinginan penanya. Dasarnya adalah data base pertanyaan yang jumlahnya sudah mencapai jutaan. Tentu saja, di dunia akses web yang demikian mudah berubah, tidak ada kepastian kalau Google bakal meraih keuntungan untuk seterusnya.
Sumber : Media Indonesia (17 April 2003)